kehidupan telah mengalami banyak kemajuan dan penemuan-penemuan dalam rangka menyelesaikan persoalan masyarakat dalam rangka pembangunan, baik bidang hukum, politik, sosial, budaya dan ekonomi. Bidang ekonomi adalah bidang kehidupan yang sangat erat dengan kehidupan pribadi seseorang maupun sosial masyarakat. Seperti bidang kehidupan lainnya, di bidang ekonomi tentunya banyak hal yang sejak awal peradaban dunia memunculkan berbagai persoalan yang kaitannya dengan kegiatan antara satu orang dengan orang lain, antar masyarakat dan antar negara ketika melakukan pola perilaku ekonomi. Salah satu aspek yang sangat berpengaruh dalam perkembangan dan pembangunan dalam upaya peningkatan maupun penyelesaian persoalan tidak lain adalah peran tokoh-tokoh ekonomi dunia yang memberikan pandangan-pandangannya, biasa disebut dengan teori ekonomi.
Teori ekonomi yang berpengaruh dalam kehidupan ekonomi dibagi menjadi dua bagian besar yaitu teori ekonomi klasik dan teori ekonomi modern. Yang termasuk dalam teori ekonomi klasik diantaranya adalah teori yang dikemukakan oleh Adam Smith (1723-1790), David Ricardo (1772-1823) dan Thomas Robert Malthus ( 1766-1834). Kemudian, teori ekonomi modern diantaranya adalah pandangan dari Karl Marx, teori dalam Neo-Klasik dan Keynesian.
Teori ekonomi dapat pula menjadi tolak ukur sejarah ekonomi dunia di masa silam. Berkat teori-teori ini pembangunan ekonomi dapat berkembang cepat.
I. ISI
A. Aliran Klasik
Aliran klasik muncul pada akhir abad ke 18 dan permulaan abad ke 19 yaitu dimasa revolusi industri dimana suasana waktu itu merupakan awal bagi adanya perkembangan ekonomi. Pada waktu itu system liberal sedang merajalela dan menurut aliran klasik, ekonomi liberal itu disebabkan oleh adanya pacuan antara kemajuan teknologi dan perkembangan jumlah penduduk. Mula-mula kemajuan teknologi lebih cepat dari pertambahan jumlah penduduk, tetapi akhirnya terjadi sebaliknya dan perekonomian akan mengalami kemacetan.
Kemajuan teknologi mula-mula disebabkan oleh adanya akumulasi kapital atau dengan kata lain kemajuan teknologi tergantung pada pertumbuhan kapital. Kecepatan pertumbuhan kapital tergantung pada tinggi rendahnya tingkat keuntungan, sedangkan tingkat keuntungan ini akan menurun setelah berlakunya hukum tambahan hasil yang semakin berkurang (low of diminishing returus) karena sumber daya alam itu terbatas.
a. Adam Smith
Menurut Adam Smith, untuk berlakunya perkembangan ekonomi diperlukan adanya spesialisasi atau pembagian kerja agar produktivitas tenaga kerja bertambah. Pembagian harus ada akumulasi kapital terlebih dahulu dan akumulasi kapital ini berasal dari dana tabungan, juga menitik beratkan pada Luas Pasar , pasar harus seluas mungkin agar dapat menampung hasil produksi sehingga perdagangan internasional menarik perhatiannya karena hubungan perdagangan internasional itu menambah luasnya pasar, jadi pasar terdiri pasar luar negeri dan pasar dalam negeri.
Sekali pertumbuhan itu mulai maka ia akan bersifat kumulatif artinya bila ada pasar yang dan ada akumulasi kapital, pembagian kerja akan terjadi dan akan menaikan tingkat produktivitas tenaga kerja.(kutipan dari AbdulKadirSalam.Com - Freedom eLearning Of Open Source - Situs Pribadi Abdul Kadir Salam,S.Kom)
Menurut Smith, penduduk meningkat apabila tingkat upah yang berlaku lebih tinggi daripada tingkat upah subsistensi, yaitu tingkat upah yang hanya dapat untuk memenuhi kebutuhan sekedar untuk hidup ( upah pas-pasan). Jika tingkat upah lebih tinggi daripada tingkat upah subsistensi maka banyak penduduk melaksanakan perkawinan relatif muda sehingga jumlah kelahiran meningkat dan akhirnya jumlah penduduk bertambah.
Sekarang faktor apakah yang menentukan tingkat upah? Tingkat upah ditentukan oleh jumlah permintaan tenaga kerja. Apabila permintaan tenaga kerja lebih tinggi dari penawaran tenaga kerja (jumlah penduduk) maka tingkat upah akan tinggi. Dan sebaliknya, jika permintaan tenaga kerja lebih rendah dari penawaran tenaga kerja maka tingkat upah akan rendah.
Untuk teori ekonomi yang dikemukakan oleh Adam Smith ini, titik tumpu berada pada faktor jumlah tenaga kerja. Keunggulan mutlak terjadi jika kemampuan suatu bangsa untuk memproduksi suatu barang bisa lebih banyak dibanding dengan negara lain dalam hal biaya produksi sama karena pekerja(buruh) yang lebih banyak. Berikut ilustrasinya.

Sumber : Teknis perdagangan Internasional-Agung Widi Prasetya
Dari contoh diatas dapat menggambarkan bahwa negara Indonesia memiliki keunggulan mutlak di bidang produksi textil dan negara Nigeria memiliki keunggulan mutlak dalam produksi kedelai. Semakin besar kemungkinan keuntungan yang didapat dan optimal jika masing-masing negara melakukan spesialisasi produksi. Indonesia melakukan spesialisasi produksi textil sedangkan Nigeria melakukan spesialisasi produksi kedelai. Hasilnya adalah dua kali hasil sebelum masing-masing negara melakukan spesialisasi.
Kedua negara dapat memenuhi kebutuhan jika melakukan pertukaran barang hasil spesialisasi sesuai dengan kesepakatan perdagangan kedua belah pihak.
b. David Ricardo
Menurut David Ricardo di dalam masyarakat ekonomi ada tiga golongan masyarakat yaitu:
1. Golongan Kapital.
2. Golongan Buruh.
3. Golongan Tuan Tanah.
Golongan kapital adalah golongan yang memimpin produksi dan memegang peranan yang penting karena mereka selalu mencari keuntungan dan menginvestasikan kembali pendapatannya dalam bentuk akumulasi kapital yang mengakibatkan naiknya pendapatan nasional.
Golongan buruh ini tergantung pada golongan kapital dan merupakan golongan yang terbesar dalam masyarakat.
Golongan tuan tanah, mereka hanya memikirkan sewa saja dari golongan kapital atas areal tanah yang di sewakan.
David Ricardo mengatakan bahwa bila jumlah penduduk bertambah terus dan akumulasi kapital terus menerus terjadi, maka tanah yang subur menjadi kurang jumlahnya atau semakin langka adanya.
Teori David Ricardo dalam kaitannya akan perdagangan internasional ekonomi biasa disebut dengan teori keunggulan komparatif. Suatu negara yang meskipun tidak memiliki keunggulan absolut tetap dapat melakukan kegiatan pemenuhan kebutuhan melalui perdagangan dengan negara lain yang mungkin memiliki keunggulan mutlak atas misalanya kedua barang produksi. Berikut ilustrasinya.
Tingkat produksi sebelum spesialisasi
| Indonesia | Nigeria | Total | |
| tekstil (bal) | 20 | 55 | 75 |
| kedelai (ton) | 35 | 50 | 85 |
| Hasil produksi | Indonesia | Nigeria | total |
| tekstil (bal) | 0 | 110 | 110 |
| kedelai (ton) | 70 | 0 | 70 |
Jika masing-masing setuju dengan tingkat penukaran 1 bal tekstil ditukar dengan 1 ton kedelai, masing-masing akan mendapat keuntungan dari pertukaran dan spesialisasi. Nigeria akan mendapatkan 70 tekstil dan 40 kedelai, sedangkan Indonesia mendapatkan 40 tekstil dan 30 kedelai. Nigeria tetap ada kelebihan tekstil, sedangkan Indonesia mendapat tekstil lebih serta kedelai dalam jumlah sama. Maka bila Nigeria menginginkan 20 bal surplus tekstil untuk 20 ton kedelai diperdagangkan dengan negara lain, sehingga menjadi tekstil menjadi 50 dan kedelai 60.
c. Thomas Robert Malthus
Menurut Thomas Robert Malthus kenaikan jumlah penduduk yang terus menerus merupakan unsur yang perlu untuk adanya tambahan permintaan, tetapi kenaikan jumlah penduduk saja tanpa dibarengi dengan kemajuan faktor-faktor atau unsur-unsur perkembangan yang lain sudah tentu tidak akan menaikkan pendapatan dan tidak akan menaikan permintaan. Turunnya biaya produksi akan memperbesar keuntungan-keuntungan para kapitalis dan mendorong mereka untuk terus berproduksi.
Menurut Thomas Robert Malthus untuk adanya perkembangan ekonomi diperlukan adanya kenaikan jumlah kapital untuk investasi yang terus menerus, sedangkan menurut J.B.Say berkembang dengan hukum pasar, dimana dikatakan bahwa Supply Creates its own demand yang artinya asal jumlah produksi bertambah maka secara otomatis permintaan akan ikut bertambah pula karena pada hakekatnya kebutuhan manusia tidak terbatas.
B. Teori Karl Marx (Pertumbuhan dan kehancuran)
1. Sejarah Perkembangan Masyarakat
Karl Marx Mengemukakan teorinya berdasarkan atas sejarah perkembangan masyarakat dimana perkembangan itu melalui lima tahap.
1. Masyarakat Primitif
2. Masyarakat Perbudakan
3. Masyarakat Feodal
4. Masyarakat Kapitalis
5. Masyarakat Sosial
Proses perkembangan itu terjadi
1. Masyarakat komunal primitive (Primitive Conmund). Dalam tahap ini masyarakat menggunakan alat-alat untuk bekerja yang sifatnya masih sangat sederhana. Alat-alat ini bukan milik perseorangan tetapi milik komunal (milik bersama). Dalam masyarakat ini tidak ada surplus produksi di atas konsumsi karena orang yang membuat sendiri barang-barang atas kebutuhan sendiri, tetapi makin lama orang sedikit demi sedikit mengetahui alat-alat produksi yang lebih baik. Perbaikan dalam alat-alat produksi menyebabkan adanya perubahan-perubahan sosial dan kemudian terjadi pembagian kerja dalam produksi.
2. Masyarakat Perbudakan. Hubungan produksi antara orang-orang yang memiliki alat-alat produksi dengan orang-orang yang hanya bekerja untuk mereka merupakan dasar terbentuknya masyarakat perbudakan. Dengan cara seperti ini keuntungan para pemilik alat produksi semakin besar karena budak-budak hanya diberi sekedar nafkah supaya dapat bekerja.
3. Masyarakat Feodal. Masyarakat feodal ini merupakan masyarakat baru yaitu dimana kaum bangsawan memiliki alat-alat produksi yang paling utama yaitu tanah, para petani kebanyakan terdiri dari bekas budak yang dibebaskan. Mereka mengerjakan tanah itu untuk kaum feodal dan setelah itu baru tanah miliknya sendiri dapat dikerjakan. Perbaikan-perbaikan alat dan cara produksi banyak terjadi dalam system ini dengan demikian ada dua golongan kelas yaitu :
a. Kelas Feodal yang terdiri dari tuan-tuan tanah yang lebih berkuasa dalam hubungan sosial.
b. Kelas buruh yang bertugas melayani mereka.
Kepentingan kedua kelas ini berbeda-beda. Kelas feodal lebih memikirkan keuntungan saja dan kemudian mendirikan pabrik-pabrik. Kelas buruh yang memiliki alat-alat produksi menghendaki pasaran buruh yang bebas dan hapusnya tariff dan rintangan lainnya dalam perdagangan yang diciptakan kaum feodal.
4. Masyarakat Kapitalis. Kelas kapitalis memperkerjakan kelas buruh yang mau tidak mau menjual tenaganya karena tidak memiliki alat produksi seperti telah disinggung bahwa kelas kapitalis dan kelas buruh merupakan dua kelas dalam masyarakat yang kepentingannya saling bertentangan.
5. Masyarakat Sosial. Dalam system sosialis, pemilikan alat-alat produksi didasarkan atas hak milik sosial (Social ownership). Hubungan produksi merupakan hubungan kerjasama dan saling membantu di antara buruh yang bebas dari unsur eksploitasi. Sistem ini memberi kesempatan kepada manusia untuk maju baik dilapangan produksi maupun didalam kehidupan masyrakat.
2. Runtuhnya Sistim Kapitalis
Perkembangan Karl Marx, dapat dilihat bahwa pentingnya perubahan teknologi dan hubungan produksi dalam mempengaruhi kehidupan masyarakat bukan kesadaran manusia yang menentukan keadaan tetapi sebaliknya justru keadaanlah yang menentukan kesadaran manusia. Karl Marx mengemukakan atau mendasarkan pendapatnya atas adanya hukum gerak
yaitu :
n Kosentrasi
n Akumulasi
n Kesengsaraan (Verelendung)
n Krisis
3. Proses Perkembangan Ekonomi
Pada pokoknya yang memegang peranan ialah adanya nilai lebih (Surplus Valne) dimana ada nilai lebih maka disitu perekonomian akan berkembang jadi perkembangan ekonomi disebabkan oleh keadaan perekonomian. Tenaga kerja yang sudah mampu bekerja tetapi belum memdapatkan pekerjaan, menyaingi buruh yang sudah bekerja.
C. Aliran Neo - Klasik
Kira-kira pada tahun 1870-an ada pengeseran dalam aliran ekonomi, dimana aliran ekonomi yang baru ini menggantikan aliran ekonomi klasik, alasannya pada waktu itu tampak penting kemajuan teknologi dan adanya penemuan sumber-sumber produksi baru, juga ada kemungkinan untuk perkembangan lebih lanjut dibawah kemajuan teknologi. Aliran baru itu disebut Aliran Neo-Klasik.
Aliran Neo-Klasik mempelajari tingkat bunga, yaitu harga modal yang menghubungkan nilai pada saat ini dan saat yang akan datang. Pendapat Neo-Klasik mengenai perkembangan ekonomi dapat diikut sertakan sebagai berikut:
1. Akumulasi Kapital
Menurut Neo-Klasik, tingkat bunga dan tingkat pendapatan menentukan tingginya tingkat tabungan, tingkat bunga juga menentukan tingginya tingkat investasi, jika tingkat bunga rendah maka investasi akan tinggi dan sebaliknya.
2. Perkembangan sebagai proses yang Gradual
Perkembangan merupakan proses yang gradual dan terus menerus. Menurut Alfred Marshall menganggap bahwa perekonomian sebagai suatu kehidupan organik yang tumbuh dan berkembang perlahan-lahan sebagai proses yang gradual.
3. Perkembangan sebagai proses yang Harmonis dan Kumulatif
Yang dimaksud dengan Perkembangan sebagai proses yang harmonis dan kumulatif ialah bahwa proses ini meliputi berbagai faktor dimana faktor-faktor itu tumbuh bersama sama. Misalnya menurut Marshall menggambarkan pula bahwa harmonisnya perkembangan itu karena adanya internal ekonomis dan external ekonomis.
Internal ekonomis timbul karena adanya kenaikan skala produksi yang tergantung pada sumber-sumber dan efisien dari pengusaha itu sendiri. Sedangkan External ekonomi timbul karena kenaikan produksi pada umumnya dan ada hubungan dengan perkembangan pengetahuan dan kebudayaan. Mengenai kumulatifnya yang dikatakan oleh Allen Young bahwa perkembangan industri itu tergantung pada baiknya pembagian kerja di antara para buruh.
4. Optimis Terhadap Perkembangan Ekonomi
Kaum klasik mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi akan macet karena terbatasnya sumber daya alam. Dipihak lain kaum Neo-Klasik berpendapat dan yakin bahwa ada kemampuan manusia untuk mengatasi terbatasnya pertumbuhan itu.
5. Aspek Internasional
Perkembangan ekonomi suatu Negara pada umumnya mempunyai beberapa aspek tingkat perkembangan ekonomi yaitu ;
Mula-mula Negara itu meminjam kapital atau infor kapital. Negara itu merupakan Negara pinjaman yang masih mudah dan disebut sebagai dibetur yang belum mapan. (Immatured Debtor). Kemudian Negara peminjam tersebut dapat menghasilkan dengan kapital pinjaman tadi, membayar dividend dan bunga atas pinjaman tersebut. Setelah pengasilan nasional Negara itu meningkat maka sebagian dari penghasilan itu digunakan untuk melunasi utang dan sebagian lagi dipinjamkan ke negara lain yang membutuhkannya. Negara ini ada dalam tingkat dibitur yang sudah mapan (Motured Debtor). Negara tersebut sudah dapat menerima dividend dan bunga yang lebih besar dari pada yang dibayar, jadi ada surplus. Akhirnya Negara tersebut hanya melulu menerima dividend dan bunga saja dari Negara lain. Negara itu sudah pada tingkat kreditur yang sudah mapan (Matured Creditor).
D. Analisis Post-Keynesian
Keynesianisme, atau ekonomi Keynesian atau Teori Keynesian, adalah suatu teori ekonomi yang didasarkan pada ide ekonom Inggris abad ke-20, John Maynard Keynes. Teori ini mempromosikan suatu ekonomi campuran, di mana baik negara maupun sektor swasta memegang peranan penting. Kebangkitan ekonomi Keynesianisme menandai berakhirnya ekonomi laissez-faire, suatu teori ekonomi yang berdasarkan pada keyakinan bahwa pasar dan sektor swasta dapat berjalan sendiri tanpa campur tangan negara.
Teori ini menyatakan bahwa trend ekonomi makro dapat mempengaruhi perilaku individu ekonomi mikro. Berbeda dengan teori ekonom klasik yang menyatakan bahwa proses ekonomi didasari oleh pengembangan output potensial, Keynes menekankan pentingnya permintaan agregat sebagai faktor utama penggerak perekonomian, terutama dalam perekonomian yang sedang lesu. Ia berpendapat bahwa kebijakan pemerintah dapat digunakan untuk meningkatkan permintaan pada level makro, untuk mengurangi pengangguran dan deflasi. Jika pemerintah meningkatkan pengeluarannya, uang yang beredar di masyarakat akan bertambah sehingga masyarakat akan terdorong untuk berbelanja dan meningkatkan permintaannya (sehingga permintaan agregat bertambah). Selain itu, tabungan juga akan meningkat sehingga dapat digunakan sebagai modal investasi, dan kondisi perekonomian akan kembali ke tingkat normal.
Kesimpulan utama dari teori ini adalah bahwa tidak ada kecenderungan otomatis untuk menggerakan output dan lapangan pekerjaan ke kondisi full employment (lapangan kerja penuh). Kesimpulan ini bertentangan dengan prinsip ekonomi klasik seperti ekonomi supply-side yang menganjurkan untuk tidak menambah peredaran uang di masyarakat untuk menjaga titik keseimbangan di titik yang ideal.
